GRESIK – Kebakaran
merupakan salah satu ancaman bencana domestik yang paling sering mengintai area
permukiman padat penduduk, terutama yang berdampingan dengan wilayah industri.
Mengingat tingginya risiko tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes)
Universitas Gresik bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada hari
Sabtu lalu.
Kegiatan yang bertajuk
"TANGKAS" (Tanggap Kebakaran dan Keselamatan): Peningkatan
Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Sekitar Wilayah Industri Menghadapi
Kebakaran ini dilaksanakan di Desa Veteran, Kabupaten Gresik. Guna memastikan
edukasi berdampak luas, kegiatan ini melibatkan perwakilan elemen masyarakat
mulai dari Kepala Keluarga, pengurus RT/RW, hingga ibu-ibu penggerak PKK.
Kawasan Desa Veteran
memiliki karakteristik geografis berupa kerapatan bangunan yang tinggi, serta
akses jalan yang berpotensi menyulitkan pergerakan armada pemadam kebakaran
besar dalam waktu cepat. Faktor pemicu seperti korsleting listrik hingga kelalaian
kompor gas dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar.
Fakta di lapangan
menunjukkan bahwa kendala utama yang memperparah dampak kebakaran bukanlah
ketiadaan air, melainkan kepanikan massa dan ketidaktahuan warga mengenai
tindakan pertolongan pertama saat api masih skala kecil (initial fire).
Melalui program TANGKAS, prodi K3 Unigres ingin mengubah paradigma
penanggulangan bencana dari yang semula bersifat responsif (menunggu bantuan)
menjadi preventif dan partisipatif, di mana masyarakat mampu bertindak sebagai
pemadam pertama.
Kegiatan ini dikemas
secara aplikatif melalui dua tahapan utama. Pertama, Pihak Damkar Kabupaten
Gresik memberikan pembekalan langsung mengenai fokus pencegahan kebakaran rumah
tangga serta teori dasar penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penyampaian
materi diperkuat dengan alat peraga untuk memastikan warga memahami aspek
teknis keselamatan dasar secara mendalam.
Tidak sekadar menonton,
para warga ditantang untuk langsung mempraktikkan dua teknik pemadaman api di
lapangan, dengan teknik smothering yaitu memadamkan kobaran api di dalam tong
sampah menggunakan kain atau karung goni basah guna memutus pasokan oksigen.
Serta dengan menggunakan APAR, yaitu warga dilatih menggunakan tabung APAR
dengan rumus taktis CARA (Cabut pin pengaman, Arahkan selang ke pangkal sumber
api, Remas tuas untuk mengeluarkan media pemadam, dan Ayunkan semprotan secara
merata dari sisi ke sisi).
"Melalui simulasi
langsung ini, rasa takut dan panik warga berhasil dikikis. Mereka kini tahu
persis apa yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran gas atau percikan api di
rumah sebelum api membesar," ungkap salah satu dosen pendamping K3 FIKes
Unigres.
Melalui sinergi bersama instansi profesional dan perangkat desa, Program Studi K3 FIKes Universitas Gresik terus berkomitmen untuk membumikan ilmu keselamatan kerja dan lingkungan ke tingkat tapak, demi mewujudkan masyarakat yang tangguh, tangkas, dan sadar keselamatan. (Prodi K3 FIKes Unigres).